Posts Tagged ‘sport’
“JAUH TAK BERARTI, PERSIB SELALU DI HATI”.
Itulah motto kami, para Vikers Jogja yang saat ini sedang membentuk eksistensinya sebagai bobotoh ‘perantauan’ yang hidup di kota orang, namun tetap memiliki hati, fanatisme dan loyalitas yang besar terhadap Persib Bandung.

Bagi kami, Persib adalah segalanya (ikut-ikutan kata kang Ayi Beutik). Indentitas, chauvinisme, fanatisme hingga rasa kebanggaan diri yang selalu muncul ketika raga (dan jiwa) ini mendukung Maung Bandung.
Jum’at (20/11/2009), kami mengadakan acara yang mana merupakan bentuk loyalitas kami terhadap Persib. Menempuh jarak kurang lebih 220 km, kami menghabiskan waktu selama hampir 340 km di atas bangku-bangku yang berjejeran di dalam rangkaian gerbong KA Ekonomi Pasundan.
Tak banyak memang dari kami yang ikut tur ke Bandung, hanya sekitar kurang dari belasan orang. Namun, kuantitas tak menunjukkan kualitas. Ya, dalam diri kami memang selalu bertekad bahwa kemana pun Persib bertanding, maka disitu kami akan selalu mendukungnya.
Perjalanan yang tak sia-sia (dan tak akan sia-sia), karena dalam pertandingan yang kami dukung langsung tersebut, Persib berhasil menang 2-1 atas tamunya Pelita Jaya Karawang. Kredit poin khusus pantas dialamatkan kepada stranieri asal Thailand, Suchao Nutnum, yang melakukan debut pertamanya dengan sebuah gol.

2 hari 2 malam kami habiskan dalam tur yang cukup melelahkan tersebut. Susah, senang, tertawa, sorak sorai, candaan, hingga rasa lapar bersatu dalam kebersamaan. Karena bagi kami, PERSIB ADALAH SEBUAH KEHORMATAN.
Apakah mungkin ini adalah dampak dari ketidakpuasan masyarakat terhadap pesepakbolaan Indonesia? Ataukah mungkin akibat kerjaan usil orang luar yang iri dengan begitu ‘meriah’nya kompetisi sepakbola di negeri ini? Atau kah hanya kerjaan iseng dari sekelompok onum-oknum? Entahlah..
Siang tadi (24/11/09 pukul 2 sore), sesaat setelah pulang dari kampus, saya mendengar bahwa hari ini ada siaran langsung Liga Super Indonesia 2009 antara Persib Bandung melawan Persitara Jakarta Utara. Tak yakin dengan berita tersebut, saya mencoba buka internet dan berkunjung ke situs antvsports.com, situs resmi olahraga ANTV (stasiun televisi pemegang hak siar Liga Indonesia).
Namun saya terkejut ketika membuka halaman web tersebut. Awalnya memang tampak tak terjadi apa-apa. Tapi, begitu saya klik bagian ‘ENTER’ dari halaman awal situs tersebut (antvsports.com/home.php), yang keluar adalah tampilan berikut :

Dalam tampilan tesebut tertera gambar pinguin dengan atribut ninja dan tulisan :
Sore itu, jalan-jalan di desa tampak sepi. Terlihat sejak pukul setengah 4 sore, jarang ada lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan utama desa. Tampaknya situasi ini dipicu karena ada kerumunan masa di satu tempat. Sayup-sayup dari kejauhan terdengar hingar bingar suara teriakan yag terrekam oleh mikrofon dari pinggir lapangan. Hampir seluruh masyarakat desa berbondong-bondong datang ke lapangan desa, untuk menyaksikan pertandingan puncak pada turnamen Kertanegara Cup 2009.
Ya, sore itu, Rabu 8 Agustus 2009, dilaksanakan partai final turnamen sepakbola yang diselenggarakan di desa tersebut. Di desa Kertanegara, yang secara administratif terletak di kecamatan Haurgeulis, kab. Indramayu, Jawa Barat. Tim yang bertanding adalah FC KERTEG melawan BJM. Dua tim dengen rekor memasukkan terbanyak melawan tim yang memiliki rekor kebobolan terkecil. Dua tim yang bertarung dengan karakter Offensive melawan Total Defensive. Dua tim yang sama-sama memiliki basecamp di satu jalan yang sama.
Inilah highlight yang berhasil kami liput dari partai final tersebut.

Kertanegara Cup 2009
Pertelone FC vs FC Kerteg. Ini mungkin salah satu partai terpanas pada turnamen Kertanegara (Kemerdekaan) Cup 2009. Banyak orang bilang bahwa ini adalah pertandingan final kepagian. Dua tim yang sarat pengalaman dan sudah saling berseteru sejak hampir 10 thun silam (terjadi pada Kejuaraan Ayam Cup 1999).
Sebelum pertandingan, banyak masyarakat memperkirakan FC Kerteg bakal menang mudah atas Pertelone. Situasi yang tampaknya cukup dimaklumi mengingat para pemain FC Kerteg didominasi oleh hampir semua pemain-pamain jebolan SSB serta timnas Kertanegara (Persikam Kertanegara Muda), yang mana sudah kenyang pengalaman dan cukup disegani di kancah persepakbolaan Kertanegara, atau bahkan kawasan Indramayu Barat (Haurgeulis), serta jam bertanding yang lebih tinggi dibandingkan Pertelone FC.
Situasi ini berbalik drastis dengan Pertelone FC. Sejak tahun 2005, klub ini hampir non-aktif keberadaannya. Bahkan bisa dibilang mati suri. Beberapa pemain-pemainnya pun bisa dibilang tak sebagus dulu. Walaupun dari sisi kualitas teknik bermain masih bisa bersaing, namun dalam urusan kondisi fisik dan stamina, Pertelone FC jelas kalah jauh dibandingkan dengan FC Kerteg. Namun masih ada kelebihan yang dimiliki Pertelone FC, yaitu mental bertanding, kematangan, kekompakan dan semangat bertanding dalam suatu kejuaraan.

Jalannya Pertandingan
Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Apandi RX, FC Kerteg langsung mendominasi pertandingan. Pergerakan para gelandang tengah FC Kerteg yang dimotori oleh Pras, terlihat membuat para pemain Pertelone FC ketar-ketir. Namun, terlalu asyik menyerang membuat pertahanan FC Kerteg lengah. Berawal dari serangan balik dari tengah, Pertelone FC mencoba menusuk lewat pemain sayap kanan Ade Buluk. Umpan satu duanya dengan sang kapten Deni (11) diteruskan ke depan kepada striker Muhadi (33) membuatnya tinggal berhadapkan dengan kiper FC Kerteg Darno. Namun, tembakan Muhadi terlalu lemah sehinggah bola mudah diamankan oleh salah satu penjaga gawang muda terbaik Haurgeulis tersebut.
Pertelone FC kembali mendapatkan peluang. Diawali oleh dilanggarnya pemain sayap Mamat Barat (15) oleh bek Ahmad Soleh, wasit pun memberikan tendangan bebas untuk Pertelone. Sebuah sepakan kaki kanan Ade Buluk (7) ke arah kanan gawang Darno, masih belum membuahkan hasil. Sempat terkecoh, Darno dengan sigap terbang menjakau bola dan menepisnya ke luar lapangan.

- Ade Buluk (paling kiri), bersiap-siap melakukan free-kick ke gawang Darno (kanan).






