Posts Tagged ‘haurgeulis’

Size : 240 x 320

DOWNLOAD THIS FILE (.swf)

Sore itu, jalan-jalan di desa tampak sepi. Terlihat sejak pukul setengah 4  sore, jarang ada lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan utama desa. Tampaknya situasi ini dipicu karena ada kerumunan masa di satu tempat.  Sayup-sayup dari kejauhan terdengar hingar bingar suara teriakan yag terrekam oleh mikrofon dari pinggir lapangan. Hampir seluruh masyarakat desa berbondong-bondong datang ke lapangan desa, untuk menyaksikan pertandingan puncak pada turnamen Kertanegara Cup 2009.

Ya, sore itu, Rabu 8 Agustus 2009, dilaksanakan partai final turnamen sepakbola yang diselenggarakan di desa tersebut. Di desa Kertanegara, yang secara administratif terletak di kecamatan Haurgeulis, kab. Indramayu, Jawa Barat. Tim yang bertanding adalah FC KERTEG melawan BJM. Dua tim dengen rekor memasukkan terbanyak melawan tim yang memiliki rekor kebobolan terkecil. Dua tim yang bertarung dengan karakter Offensive melawan Total Defensive. Dua tim yang sama-sama memiliki basecamp di satu jalan yang sama.

Inilah highlight yang berhasil kami liput dari partai final tersebut.

Kertanegara Cup 2009

Kertanegara Cup 2009

Pertelone FC vs FC Kerteg.  Ini mungkin salah satu partai terpanas pada turnamen Kertanegara (Kemerdekaan) Cup 2009. Banyak orang bilang bahwa ini adalah pertandingan final kepagian. Dua tim yang sarat pengalaman dan sudah saling berseteru sejak hampir 10 thun silam (terjadi pada Kejuaraan Ayam Cup 1999).

Sebelum pertandingan, banyak masyarakat memperkirakan FC Kerteg bakal menang mudah atas Pertelone. Situasi yang tampaknya cukup dimaklumi mengingat para pemain FC Kerteg  didominasi oleh hampir semua pemain-pamain jebolan SSB serta timnas Kertanegara (Persikam Kertanegara Muda), yang mana sudah kenyang pengalaman dan cukup disegani di kancah persepakbolaan Kertanegara, atau bahkan kawasan Indramayu Barat (Haurgeulis),  serta jam bertanding yang lebih tinggi dibandingkan Pertelone FC.

Situasi ini berbalik drastis dengan Pertelone FC. Sejak tahun 2005, klub ini hampir non-aktif keberadaannya. Bahkan bisa dibilang mati suri.  Beberapa pemain-pemainnya pun bisa dibilang tak sebagus dulu. Walaupun dari sisi kualitas teknik bermain masih bisa bersaing, namun dalam urusan kondisi fisik dan stamina, Pertelone FC jelas kalah jauh dibandingkan dengan FC Kerteg. Namun masih ada kelebihan yang dimiliki Pertelone FC, yaitu mental bertanding, kematangan, kekompakan dan semangat bertanding dalam suatu kejuaraan.

Kerteg vs Pertelon, sebelum pertandingan.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Apandi RX, FC Kerteg langsung mendominasi pertandingan. Pergerakan para gelandang tengah FC Kerteg yang dimotori oleh Pras, terlihat membuat para pemain Pertelone FC ketar-ketir. Namun, terlalu asyik menyerang membuat pertahanan FC Kerteg lengah. Berawal dari serangan balik dari tengah, Pertelone FC mencoba menusuk lewat pemain sayap kanan Ade Buluk. Umpan satu duanya dengan sang kapten Deni (11) diteruskan ke depan kepada striker Muhadi (33) membuatnya tinggal berhadapkan dengan kiper FC Kerteg Darno. Namun, tembakan Muhadi terlalu lemah sehinggah bola mudah diamankan oleh salah satu penjaga gawang muda terbaik Haurgeulis tersebut.

Pertelone FC kembali mendapatkan peluang. Diawali oleh dilanggarnya pemain sayap Mamat Barat (15) oleh bek Ahmad Soleh, wasit pun memberikan tendangan bebas untuk Pertelone. Sebuah sepakan kaki kanan Ade Buluk (7) ke arah kanan gawang Darno, masih belum membuahkan hasil. Sempat terkecoh, Darno dengan sigap terbang menjakau bola dan menepisnya ke luar lapangan.

free-kick
Ade Buluk (paling kiri), bersiap-siap melakukan free-kick ke gawang Darno (kanan).

Read the rest of this entry »

Akhir-akhir mungkin merupakan hari-hari yang cukup melelahkan bagi saya.  Kondisi fisik digenjot terus setiap pagi, siang dan sore. Ingin rasanya beristirahat sejenak, tapi melihat kondisi yang kurang memungkinkan, dan demi sebuah kebersamaan dan kekompakan, semuanya harus rela kujalani.

Semua perjuangan tersebut demi satu tujuan, yaitu meraih gengsi di tanah kelahiran. Maksude apa??

Kertanegara Cup 2009 Read the rest of this entry »

Sudah hampir 2 minggu ini saya berada di kampung halaman. Ada beberapa pengalaman menarik yang selalu saya dapatkan ketika berada disini. Entah itu lewat teman-teman, orang-orang sekitar, hingga kisah masa laluku yang seakan-akan kembali terulang saat ini.

Satu hal yang sangat mengingatkan ku pada masa lalu adalah madrasah. Kenapa madrasah? Karena di tempat inilah saya belajar, baik itu itu agama atau ilmu pengetahuan umum, selama lebih dari 8 tahun. Sulit rasanya melupakan masa-masa indah di madrasah tempat saya kecil bermain, belajar, mengaji, ‘nderes’ hafalan, dll.

Hari Minggu (28/06) pekan lalu, madrasah kami mengadakan acara imtihan yang selalu rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Acara imtihan (baca:perpisahan) ini diselanggarakan oleh Yayasan An-Nur Kertanegara, selaku yayasan yang menaungi TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), MDA (Madrasah Diniyyah Awwaliyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan Pondok Pesantren Nasyatul Wardiyah.

Pada malam imtihan ini, saya sempat merekam beberapa gambar dan video ketika acara berlangsung. Sebenarnya ada banyak hasil rekaman yang saya dapatkan. Namun, berhubung masalah privasi, maka saya hanya bisa menampilkannya sebagian saja.

Sekali lagi, acara imtihan ini sungguh sangat membawaku ke suasana masa lampau. Seakan semuanya terulang lagi.