Salah satu tempat wisata di pesisir pantai utara yang telah menjadi korban perubahan alam. Pesonanya tak seindah 10 tahun lalu, yang mana terkenal dengan daerah pantainya yang luas. Banyak rumah-rumah kosong di sekitar pesisir pantai yang ditinggalkan penghuninya karena keberadaan mereka yang terancam seiring sering meluapnya air laut ketika sedang pasang.

Letak Pantai Pondok Bali barada didaerah pesisir utara Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Berada sekitar 11 km sebelah utara Pamanukan, kota terbesar kedua di kabupaten Subang. Pantai ini sangat mudah dikunjungi karena letaknya yang terjangkau dari kota Pamanukan.

dup1foto0449

dup1foto0451

Read the rest of this entry »

2009811gus-dur

Indonesia baru saja kehilangan sosok penting baru-baru ini. Tepat 2 hari sebelum tahun 2009 berakhir, mantan pemimpin kita, bapak KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya.

Semua berita-berita saat ini menempatkan pulangnya “Bapak Pluralisme Nasional” ini sebagai headline utama. Media cetak dan elektronik terus menceritakan semua hal yang masih berkaitan dengan Gus Dur selama masa hidupnya. Dari sekian berita-berita yang saya dengar, ada satu hal menarik yang cukup menggelitik telinga saya.

Malam itu, Jum’at (01/01/2010) sekitar pukul 20.30, sebuah stasiun televisi swasta nasional, TVONE, menayangkan semacam acara “In Memoriam” (entah saya lupa apa nama acaranya), yang menceritakan tentang pandangan dan tanggapan orang-orang terdekat Gus Dur mengenai sosok beliau semasa hidupnya. Salah satu kutipan menarik yang saya tangkap adalah “Gus Dur sangat suka lagu Remang-Remang. Ialah lagu dangdut yang biasa diputar di radio Muara FM, Jakarta. Bahkan beliau sempat marah ketika sedang asyik-asyiknya mendengarkan lagu Remang-Remang tersebut, tiba-tiba lagu tersebut terputus karena iklan. Langsung saja beliau hubungi si penyiar radio yang saat itu sedang bertugas”, menurut salah satu ajudan dekat Gus Dur.

“Gus Dur sangat suka lagu Remang-Remang. Ialah lagu dangdut yang biasa diputar di radio Muara FM, Jakarta. Bahkan beliau sempat marah ketika sedang asyik-asyiknya mendengarkan lagu Remang-Remang tersebut, tiba-tiba lagu tersebut terputus karena iklan. Langsung saja beliau hubungi si penyiar radio yang saat itu sedang bertugas”

Hmmm, siapa yang tahu lagu seperti apakah yang berjudul Remang-Remang itu?

Lagu Remang-Remang adalah lagu dangdut pantura, atau lebih dikenal dengan sebutan Tarling Pantura. Lagu ini menceritakan tentang kisah perjuangan perempuan  yang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya yang keras. Kehidupan masyarakat di Pantura, khususnya Indramayu (yang juga merupakan kampung halaman saya :D) yang keras dengan keadaan sosialnya yang sedemikian rupa menjadi ‘tema’ dari lagu ini.

Berikut adalah lirik dari lagu Remang-Remang :

Remang-remang sinar lampu wayah sore
ganti surute srengenge
Nunggu kakang wis lawas langka kabare
Rasa pegel duh kakang sun ngentenane

Remang-remang sinar lampune madangi
Kadang keton lintang wis ora perduli
Kula seneng waktu deweke njanjeni
Wong ganteng aja gawe lara ati

Jare lunga bli suwe
Lawas olih sewengi
Kula percaya bae
Nyatane kakang bohongi

Angel jaman saiki
Luruh lanang sejati
Sing mung ana siji
Kang siji wis duwe rabi

Remang-remang sepanjang jalan pantura
Gadis manis pada midang pinggir dalan
Jare seneng bisa bantui wong tua
Kadang nangis urip mengkenen sampai kapan

***Download Tarling Remang-Remang

Mungkin inilah sisi unik dari lagu ini. Lagu dengan tema yang menceritakan tentang kehidupan wong cilik, yang terus berusaha untuk memenuhi segala kehidupannya terhadap cinta dan harta.  Cinta akan kasih sayang terhadap orang yang disayanginya, dan harta demi kebutuhan hidupnya. Sampai-sampai Gus Dur pun sampai marah jika beliau sedang mendengarkan lagu ini di radio, tiba-tiba terputus karena iklan. Tak tanggung-tanggung, sang penyiar radio yang kala itu sedang bertugas pun langsung beliau hubungi lewat telepon, ditegur karena telah memutus lagu favoritnya.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa betapa luar biasanya sosok Gus Dur. Seorang Guru Bangsa, mantan pemimpin di negeri ini, dengan segala segala kharisma dan kehormatannya, yang masih “sempat-sempatnya” mendengarkan teriakan-teriakan lantunan nada dari rakyat kecil.

Selamat jalan Gus Dur….

“JAUH TAK BERARTI, PERSIB SELALU DI HATI”.

Itulah motto kami, para Vikers Jogja yang saat ini sedang membentuk eksistensinya sebagai bobotoh ‘perantauan’ yang hidup di kota orang, namun tetap memiliki hati, fanatisme dan loyalitas yang besar terhadap Persib Bandung.

Viking Jogja

Bagi kami, Persib adalah segalanya (ikut-ikutan kata kang Ayi Beutik). Indentitas, chauvinisme, fanatisme hingga rasa kebanggaan diri yang selalu muncul ketika raga (dan jiwa) ini mendukung Maung Bandung.

Jum’at (20/11/2009), kami mengadakan acara yang mana merupakan bentuk loyalitas kami terhadap Persib. Menempuh jarak kurang lebih 220 km, kami  menghabiskan waktu selama hampir 340 km di atas bangku-bangku yang berjejeran di dalam rangkaian gerbong KA Ekonomi Pasundan.

Tak banyak memang dari kami yang ikut tur ke Bandung, hanya sekitar kurang dari belasan orang. Namun, kuantitas tak menunjukkan kualitas. Ya, dalam diri kami memang selalu bertekad bahwa kemana pun Persib bertanding, maka disitu kami akan selalu mendukungnya.

Perjalanan yang tak sia-sia (dan tak akan sia-sia), karena dalam pertandingan yang kami dukung langsung tersebut, Persib berhasil menang 2-1 atas tamunya Pelita Jaya Karawang. Kredit poin khusus pantas dialamatkan kepada stranieri asal Thailand, Suchao Nutnum, yang melakukan debut pertamanya dengan sebuah gol.

suchao-selebrasi-n

2 hari 2 malam kami habiskan dalam tur yang cukup melelahkan tersebut. Susah, senang, tertawa, sorak sorai, candaan, hingga rasa lapar bersatu dalam kebersamaan. Karena bagi kami, PERSIB ADALAH SEBUAH KEHORMATAN.

Apakah mungkin ini adalah dampak dari ketidakpuasan masyarakat terhadap pesepakbolaan Indonesia? Ataukah mungkin akibat kerjaan usil orang luar yang iri dengan begitu ‘meriah’nya kompetisi sepakbola di negeri ini? Atau kah hanya kerjaan iseng dari sekelompok onum-oknum? Entahlah..

Siang tadi (24/11/09 pukul 2 sore), sesaat setelah pulang dari kampus, saya mendengar bahwa hari ini ada siaran langsung Liga Super Indonesia 2009 antara Persib Bandung melawan Persitara Jakarta Utara. Tak yakin dengan berita tersebut, saya mencoba buka internet dan berkunjung ke situs antvsports.com, situs resmi olahraga ANTV (stasiun televisi pemegang hak siar Liga Indonesia).

Namun saya terkejut ketika membuka halaman web tersebut. Awalnya memang tampak tak terjadi apa-apa. Tapi, begitu saya klik bagian ‘ENTER’ dari halaman awal situs tersebut (antvsports.com/home.php), yang keluar adalah tampilan berikut :

antvsportscom-di-hack1

Dalam tampilan  tesebut tertera gambar pinguin dengan atribut ninja dan tulisan :

Read the rest of this entry »

Sore itu, jalan-jalan di desa tampak sepi. Terlihat sejak pukul setengah 4  sore, jarang ada lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan utama desa. Tampaknya situasi ini dipicu karena ada kerumunan masa di satu tempat.  Sayup-sayup dari kejauhan terdengar hingar bingar suara teriakan yag terrekam oleh mikrofon dari pinggir lapangan. Hampir seluruh masyarakat desa berbondong-bondong datang ke lapangan desa, untuk menyaksikan pertandingan puncak pada turnamen Kertanegara Cup 2009.

Ya, sore itu, Rabu 8 Agustus 2009, dilaksanakan partai final turnamen sepakbola yang diselenggarakan di desa tersebut. Di desa Kertanegara, yang secara administratif terletak di kecamatan Haurgeulis, kab. Indramayu, Jawa Barat. Tim yang bertanding adalah FC KERTEG melawan BJM. Dua tim dengen rekor memasukkan terbanyak melawan tim yang memiliki rekor kebobolan terkecil. Dua tim yang bertarung dengan karakter Offensive melawan Total Defensive. Dua tim yang sama-sama memiliki basecamp di satu jalan yang sama.

Inilah highlight yang berhasil kami liput dari partai final tersebut.