Archive for the ‘Serba-serbi’ Category

KA Tegal ArumKereta api adalah salah satu alat transportasi yang paling diminati. Alasannya tentu saja efesien, nyaman, dan cepat. Dan khusus yang kelas ekonomi, ditambahkan lagi keterangannya, yaitu merakyat dan murah terjangkau (ya namanya juga kelas ekonomi.. :) ).

Terbukti setiap kali musim musik lebaran atau hari libur, kereta api kelas ekonomi selalu menjadi pilihan utama para pemudik kelas menengah ke bawah. Mereka harus rela berdesak-desakkan didalam gerbong kereta ekonomi yang ‘pengap’ itu, demi tujuannya sampai ke tempat yang dituju.

Saya akan berbagi pengalaman tentang hal-hal yang mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda yang akan menaiki kereta api ekonomi. Dan sebelum saya berbagi, berikut saya lampirkan riwayat pengalaman saya terkait perjalanan menggunakan kereta api ekonomi. :D. :

  • Selalu berpergian menggunakan KA ke beberapa kota (kecuali dr Indramayu -  Bandung, coz ga ada rel di jalur itu).
  • Pernah berdiri 9 jam di samping pintu gerbong dari Jogja sampai ke Pagaden Baru kabupaten Subang (karena ga kebagian tmpat jongkok, apalagi duduk :D ).
  • Merasakan susahnya jd penumpang kelas ekonomi. Haurgeulis (Indramayu) - Kutoarjo, yang biasanya kurang lebih 7 jam, harus ditempuh selama 10 jam karena KA Kutojaya yang ditumpangi sempat mogok tidak kuat menanjaki pegunungan di daerah Prupuk kabupaten Tegal. 3 jam penumpang terlantar di stasiun Prupuk sampai menunggu lokomotif pengganti dari Purwokerto.
  • Sering naik tanpa karcis / bayar langsung ke kondektur. Hehehe… :D (MOHON JANGAN DITIRU, KARENA MERUGIKAN NEGARA).

==================================================

Dan inilah beberapa tips dari pengalaman saya selama menaiki KA kelas ekonomi. Namanya juga tips, boleh dikerjakan dan boleh juga diabaikan.. Ini bukan ajakan lho, cuman berbagi cerita…. :P

1.  Upayakan selalu tepat menaiki KA mana yang akan Anda naiki yang sesuai dengan kota tujuan.

Berikut sekilas tentang rute/jurusan kota serta KA yang efesien digunakan :

  • Surabaya - Jogja - Purwokerto - Cirebon - Jakarta (dan sebaliknya) >> KA Gaya Baru Malam
  • Surabaya - Bandung (dan sebaliknya) >> KA Pasundan
  • Kediri - Jogja - Bandung (dan sebaliknya) >> KA Kahuripan
  • Solo - Jogja - Jakarta (dan sebaliknya) >> KA Bengawan
  • Tegal - Cirebon - Jakarta (dan sebaliknya) >> KA Tegal Arum
  • Kutoarjo - Kebumen - Purwokerto - Jakarta (dan sebaliknya) >> KA Kutojaya
  • Jogja - Jakarta (dan sebaliknya) >> KA Progo
  • dll.

2.  Jika Anda berangkat dari stasiun dimana KA tersebut start, usahakan untuk memesan tiket KA lebih awal. Namun jika stasiun tersebut hanya sebagai “lawatan” atau sekedar transit, hal tersebut tak menjadi masalah.

Read the rest of this entry »

2009811gus-dur

Indonesia baru saja kehilangan sosok penting baru-baru ini. Tepat 2 hari sebelum tahun 2009 berakhir, mantan pemimpin kita, bapak KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur, meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya.

Semua berita-berita saat ini menempatkan pulangnya “Bapak Pluralisme Nasional” ini sebagai headline utama. Media cetak dan elektronik terus menceritakan semua hal yang masih berkaitan dengan Gus Dur selama masa hidupnya. Dari sekian berita-berita yang saya dengar, ada satu hal menarik yang cukup menggelitik telinga saya.

Malam itu, Jum’at (01/01/2010) sekitar pukul 20.30, sebuah stasiun televisi swasta nasional, TVONE, menayangkan semacam acara “In Memoriam” (entah saya lupa apa nama acaranya), yang menceritakan tentang pandangan dan tanggapan orang-orang terdekat Gus Dur mengenai sosok beliau semasa hidupnya. Salah satu kutipan menarik yang saya tangkap adalah “Gus Dur sangat suka lagu Remang-Remang. Ialah lagu dangdut yang biasa diputar di radio Muara FM, Jakarta. Bahkan beliau sempat marah ketika sedang asyik-asyiknya mendengarkan lagu Remang-Remang tersebut, tiba-tiba lagu tersebut terputus karena iklan. Langsung saja beliau hubungi si penyiar radio yang saat itu sedang bertugas”, menurut salah satu ajudan dekat Gus Dur.

“Gus Dur sangat suka lagu Remang-Remang. Ialah lagu dangdut yang biasa diputar di radio Muara FM, Jakarta. Bahkan beliau sempat marah ketika sedang asyik-asyiknya mendengarkan lagu Remang-Remang tersebut, tiba-tiba lagu tersebut terputus karena iklan. Langsung saja beliau hubungi si penyiar radio yang saat itu sedang bertugas”

Hmmm, siapa yang tahu lagu seperti apakah yang berjudul Remang-Remang itu?

Lagu Remang-Remang adalah lagu dangdut pantura, atau lebih dikenal dengan sebutan Tarling Pantura. Lagu ini menceritakan tentang kisah perjuangan perempuan  yang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya yang keras. Kehidupan masyarakat di Pantura, khususnya Indramayu (yang juga merupakan kampung halaman saya :D) yang keras dengan keadaan sosialnya yang sedemikian rupa menjadi ‘tema’ dari lagu ini.

Berikut adalah lirik dari lagu Remang-Remang :

Remang-remang sinar lampu wayah sore
ganti surute srengenge
Nunggu kakang wis lawas langka kabare
Rasa pegel duh kakang sun ngentenane

Remang-remang sinar lampune madangi
Kadang keton lintang wis ora perduli
Kula seneng waktu deweke njanjeni
Wong ganteng aja gawe lara ati

Jare lunga bli suwe
Lawas olih sewengi
Kula percaya bae
Nyatane kakang bohongi

Angel jaman saiki
Luruh lanang sejati
Sing mung ana siji
Kang siji wis duwe rabi

Remang-remang sepanjang jalan pantura
Gadis manis pada midang pinggir dalan
Jare seneng bisa bantui wong tua
Kadang nangis urip mengkenen sampai kapan

***Download Tarling Remang-Remang

Mungkin inilah sisi unik dari lagu ini. Lagu dengan tema yang menceritakan tentang kehidupan wong cilik, yang terus berusaha untuk memenuhi segala kehidupannya terhadap cinta dan harta.  Cinta akan kasih sayang terhadap orang yang disayanginya, dan harta demi kebutuhan hidupnya. Sampai-sampai Gus Dur pun sampai marah jika beliau sedang mendengarkan lagu ini di radio, tiba-tiba terputus karena iklan. Tak tanggung-tanggung, sang penyiar radio yang kala itu sedang bertugas pun langsung beliau hubungi lewat telepon, ditegur karena telah memutus lagu favoritnya.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa betapa luar biasanya sosok Gus Dur. Seorang Guru Bangsa, mantan pemimpin di negeri ini, dengan segala segala kharisma dan kehormatannya, yang masih “sempat-sempatnya” mendengarkan teriakan-teriakan lantunan nada dari rakyat kecil.

Selamat jalan Gus Dur….

Berbaris tanpa suara, lingkaran-lingkaran cahaya misterius menerangi langit malam Inggris. Objek- objek itu seperti saling memberi komando dengan presisi yang luar biasa bahkan melebihi regu penerbang paling profesional sekalipun. Mungkin objek-objek ini telah berpengalaman menjelajah antariksa yang luas.

Kelompok-kelompok cahaya lebih dari 100 lingkaran terlihat di seluruh Inggris dan Belanda membuat terkesima para penduduk yang menyaksikan parade luar biasa ini, satu armada besar UFO.

holland

Para penduduk tersebut menyaksikan objek terang itu menari-nari dan saling membentuk formasi sebelum menghilang secara misterius. Penampakan terbaru terjadi pada hari minggu tanggal 31 Mei 2009 ketika objek itu terlihat di dua tempat, Merseyside dan Lincoln. Hari-hari sebelumnya, penampakan serupa terjadi di Cambridgshire dimana satu saksi menyatakan melihat masing-masing objek cahaya itu memiliki ukuran sebesar rumah.

Merseyside

Read the rest of this entry »

Penggunaan Basa Jawa Cerbon/Dermayon

Peta penggunaan bahasa Cirebon & Indramayu

Jawa Barat identik dengan Sunda, begitupun sebaliknya. Namun jika ada orang yang menanyakan : “Kamu asalnya dari mana?”, kemudian yang ditanya menjawab “Saya dari Indramayu, Jawa Barat”. Apa yang ada di dalam benak pikiran Anda? Apakah Anda berpikir bahwa orang tersebut berasal dari suku Sunda dan menggunakan bahasa Sunda?

Artikel ini sengaja saya kutip dari sebuah harian lokal Jawa Barat. Saya anggap artikel ini menarik (tanpa maksud menyinggung SARA) karena membahas tentang keberadaan kebudayaan minoritas yang ada di provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia.

***

Letaknya yang secara geokultur berada di perlintasan dua kebudayaan besar membuat masyarakat di Cirebon, Indramayu, dan (sebagian) Majalengka (Ciayumaja) memiliki dua bahasa ibu. Perjalanan sejarahnya yang panjang kemudian membentuk peta kebudayaan yang mencerminkan adanya tarik-menarik pengaruh di antara dua kebudayaan besar tadi.

Read the rest of this entry »