
Kertanegara Cup 2009
Pertelone FC vs FC Kerteg. Ini mungkin salah satu partai terpanas pada turnamen Kertanegara (Kemerdekaan) Cup 2009. Banyak orang bilang bahwa ini adalah pertandingan final kepagian. Dua tim yang sarat pengalaman dan sudah saling berseteru sejak hampir 10 thun silam (terjadi pada Kejuaraan Ayam Cup 1999).
Sebelum pertandingan, banyak masyarakat memperkirakan FC Kerteg bakal menang mudah atas Pertelone. Situasi yang tampaknya cukup dimaklumi mengingat para pemain FC Kerteg didominasi oleh hampir semua pemain-pamain jebolan SSB serta timnas Kertanegara (Persikam Kertanegara Muda), yang mana sudah kenyang pengalaman dan cukup disegani di kancah persepakbolaan Kertanegara, atau bahkan kawasan Indramayu Barat (Haurgeulis), serta jam bertanding yang lebih tinggi dibandingkan Pertelone FC.
Situasi ini berbalik drastis dengan Pertelone FC. Sejak tahun 2005, klub ini hampir non-aktif keberadaannya. Bahkan bisa dibilang mati suri. Beberapa pemain-pemainnya pun bisa dibilang tak sebagus dulu. Walaupun dari sisi kualitas teknik bermain masih bisa bersaing, namun dalam urusan kondisi fisik dan stamina, Pertelone FC jelas kalah jauh dibandingkan dengan FC Kerteg. Namun masih ada kelebihan yang dimiliki Pertelone FC, yaitu mental bertanding, kematangan, kekompakan dan semangat bertanding dalam suatu kejuaraan.

Jalannya Pertandingan
Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Apandi RX, FC Kerteg langsung mendominasi pertandingan. Pergerakan para gelandang tengah FC Kerteg yang dimotori oleh Pras, terlihat membuat para pemain Pertelone FC ketar-ketir. Namun, terlalu asyik menyerang membuat pertahanan FC Kerteg lengah. Berawal dari serangan balik dari tengah, Pertelone FC mencoba menusuk lewat pemain sayap kanan Ade Buluk. Umpan satu duanya dengan sang kapten Deni (11) diteruskan ke depan kepada striker Muhadi (33) membuatnya tinggal berhadapkan dengan kiper FC Kerteg Darno. Namun, tembakan Muhadi terlalu lemah sehinggah bola mudah diamankan oleh salah satu penjaga gawang muda terbaik Haurgeulis tersebut.
Pertelone FC kembali mendapatkan peluang. Diawali oleh dilanggarnya pemain sayap Mamat Barat (15) oleh bek Ahmad Soleh, wasit pun memberikan tendangan bebas untuk Pertelone. Sebuah sepakan kaki kanan Ade Buluk (7) ke arah kanan gawang Darno, masih belum membuahkan hasil. Sempat terkecoh, Darno dengan sigap terbang menjakau bola dan menepisnya ke luar lapangan.

- Ade Buluk (paling kiri), bersiap-siap melakukan free-kick ke gawang Darno (kanan).
Pada menit-menit akhir babak pertama, FC Kerteg memecahkan kebuntuan lewat tendangan bebas. Dari posisi sebelah kanan Pertelone, Darno Peppy berhasil menceploskan bola ke gawang Suryadi lewat tendangan lob-nya yang menembus barisan pertahanan Pertelone.
Selang beberapa menit kemudian, Pertelone yang masih terkejut dengan gol yang pertamu, kembali dibuat kecolongan oleh penyarang lincah jebolan SSB Karawang, Ahmad Rivai. Kali ini dari sebelah kiri pertahanan Pertelone, bola yang dilambungkan ke gawang secara tiba-tiba membuat kiper Suryadi terpaksa memungut bola dari gawangnya untuk yang kedua kali. Sampai jeda, FC Kerteg memimpin 2-0 atas Pertelone FC.
Di babak kedua, pola permainan sedikit berimbang setelah Pertelone mencoba keluar dari tekanan untuk bermain lebih menyerang. Namun kembali, ketidak sigapan pemain belakang Pertelone yang dikawal Giron, membuat mereka kembali menelan pil pahit. Tanpa ampun, bola yang jatuh di kaki Iing, salah satu striker tertajam di Kertanegara, langsung dihujamkan ke jala Suryadi. 3-0 Kerteg semakin jauh memimpin.
Pertelone FC sempat memperkecil kedudukan lewat Deni dari titik penalti setalah sebelumnya pemain belakang Kerteg handball di area terlarang. Namun FC Kerteg kembali menjauh 4-1 setelah blunder yang dilakukan bek kiri Pertelone FC, Ali, yang melakukan salah umpun di area penalti dan bola dapat dengan mudah diceploskan kembali oleh Iing untuk yang kedua kalinya.
Tertinggal 4-1, para pendukung Pertelone FC di pinggir lapangan terlihat sudah hampir pasrah menonton jalannya pertandingan. Tapi, mental Pertelone FC disini kembali ditunjukkan.
Sebuah blunder dari pemain sayap kanan FC Kerteg, Pa’i Al-Kareem, yang gagal menghalau bola membuat Mamat Barat dengan mudahnya menceploskan bola ke gawang Darno tanpa kawalan. Pertelone FC 2, FC Kerteg 4.
Semua penonoton yang menyaksikan pertandingan kembali dibuat bergemuruh dan tegang. Diawali dari sebuah kesalahan kiper Darno, yang keluar jauh dari kotak penalti, bola sodoran dari penyerang mungil Aldi (2), Bambang Tolet (8) melepaskan tendangan jarak jauh yang melengkung dari samping lapangan. Bola pun melaju indah ke gawang yang tanpa kawalan seorang kiper. Para pemain belakang FC Kerteg hanya terhenyak melihat gawangnya kebobolan.
Skor 4-3 masih untuk keunggulan Kerteg. Permainan pun bertambah sengit. Semua penonton berharap-harap cemas melihat skor yang mungkin bisa kembali berubah di sisa-sisa menit terakhir ini. Dan, hal tersebut semakin menjadi-jadi. Di masa injury time, sebuah umpan lambung dari lini tengah Pertelone FC, berhasil mengecoh para pemain belakang FC Kerteg. Bola liar pun langsung dikejar Aldi. Lewat sebuah kecepatan dan teknik individu mengecoh lawan, Aldi berhasil melewati kawalan pemain-pemain Kerteg dan tinggal membuatnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper Darno. Semua pasang mata pun dibuat menahan nafas melihat sebuah episode tegang di lapangan. Namu sayang seribu sayang, sontekan bola lob Aldi yang sudah membuat kiper Darno mati langkah, masih tipis melayang diatas mistar gawang. Semua pemain Pertelone FC pun sampai-sampai lemas melihat peluang yang 99% bisa menjadi gol tersebut gagal dimanfaatkan.
Beberapa detik kemudian, wasit Apandi pun meluit peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Pertelone FC 3, FC Kerteg 4.






Agenda FUTSAL RAMADHAN..DI GAOL n Planet..kunjungi hotseksi.com..info baru dari miss indonesia